Binsar Siahaan
Berpenghasilan yang mencukupi kebutuhan hidup bagi keluarga kita , itu adalah tujuan semua orang.
Tidak satupundiantara kita yang mau bertahan dalam kekurangan financial keluarga.
Upaya pastilah dilakukan dalam bentuk apapun itu , yang harus dijaga adalah perolehannya ( penghasilan/pendapatan ) tersebut tidaklah melanggar kaidah hukum yang berlaku.
Namun kebanyakan diantara kita hingga saat ini masih menggunakan upaya yang mengajukan lamaran kerja , agar dengan demikian mendapatkan penghasilan kelak.
Itu tidak salah , benar.
Namun disaat menjalankan perintah pimpinan ( kita sebagai pekerja ) , akan terasa bahwa kita sebagai pegawai itu tidak punya kewenangan apapun atas pekerjaan tersebut.
Sebab semua pegawai harus tunduk kepada atasan/pimpinannya serta segala bentuk aturan yang ada disana.
Era telah berubah seiring dengan segala bentuk kebutuhan hidup semakin beragam serta diiringi harga untuk itu semuanya semakin melangit.
Persoalan yang kita hadapi adalah apakah akan tetap bertahan sebagai pegawai atau karyawan...?
Maka jika ini dipertahankan , belenggu akan kekuasaan guna menentukan sikap dalam berusaha itu tetap tidak ada.
Untuk memiliki kewenangan penuh atas pekerjaan kita , maka seharusnya kita melakukan manuver. Tidak lagi dibawah kendali bos atau pimpinan atau atasan.
Memang masalahnya tidak pula mudah.
JIka kita hendak mandiri , berusaha sendiri , tentu akan muncul kebutuhan modal kerja.
Modal kerja itu memang sangat relatip.
Tergantung kepada bentuk usaha serta apakah kita akan berbisnis jasa atau barang.
Berbisnis jasa , kita harus memiliki skill yang khusus , agar kita bisa menjualnya.
Misalnya , jika kita seorang pemilik ilmu akuntansi , atau sarjana akuntansi bisa saja membuka usaha jasa akuntan ( mandiri ) . Juga punya masalah yaitu , jika belum terkenal reputasi kita , maka akan tidak ada klien yang mampir ketempat usaha kita.
Jika kita mau berusaha barang , apapun itu diperlukan modal usaha pembeli barang , tempan penyimpanan barang , ahli pembukuan , kantor serta gudang , serta pegawai.
Belum lagi ijin-ijin yang segudang banyaknya , keamanan , iuran , PLN .
Semuanya itu berurusan dengan modal awal tadi.
Marketing sangat menentukan dalam meraih keberhasilan usaha demikian.
Jam berusaha baik jasa dan atau barang tersebut sangat terbatas.
Apakah kita memiliki bangunan / gedung sendiri atau menyewa atau berada dilokasi marker place , seperti plaza atau pertokoan lainnya, sama saja jika sudah malam akan tutup.
Besok akan dibuka kembali , dan beraktivitas bersama para pegawai tadi.
Inilahh yang kemudian dikenal dengan istilah usaha offline. ( ada jam buka dan tutup).
Saat ini kita memiliki sarana yang disebut internet , yang mampu dengan kecepatan luar biasa mengakomodir semua usaha yang kita bangun.
Baik itu jasa maupun barang.
Dengan menggunakan sarana internet , maka semua hal yang jadi beban diatas tidak dibutuhkan.
Berbisnis dilahan internet tidak perlu gedung ( berusaha dari rumah sendiri ) , tidak perlu pegawai ,tidak perlu biaya sewa gudang persediaan , tidak perlu kendaraan angkutan barang , tidak perlu membayar PLN dengan nilai besar. Tidak perlu meminta ijin usaha seperti SITU atau SIUP.
Yang paling menonjol keistimewaannya adalah jam operasionalnya tidak terbatas , sementara kita tidur ( komputer dimatikan ) ternsaksi bisa berlangsung ( online ).
Karena semuanya menggunakan internet , maka sekalipun internet itu di off ( dimatikan ), transaksi tetap akan berjalan by system. Semuanya akan berjalan dengan otomatis.
Tentu saja kita akan lebih memilih kesempatan berbisnis melalui jaringan internet ini.
Biayanya murah dan waktu tidak terbatas , serta pasar yang sangat tidak terbatas.
Pembeli bisa berdatangan dari negara lain , bukan dari kecamatan atau kota lain di dalam negeri Indonesia. Tetapi dari manca negara.
Tertarik..?
Untuk mendapatkan informasi tentang pengetahun bisnis di dunia internet yang sangat menguntungkan ini , silahkan segera peroleh informasinya melalui :
Bp.Dr.Binsar Siahaan , MBA , C.Ht.
HP.081332000478
Pin.BB.7D4F82BA
http://www.bisnismilyarder.com
Berpenghasilan yang mencukupi kebutuhan hidup bagi keluarga kita , itu adalah tujuan semua orang.
Tidak satupundiantara kita yang mau bertahan dalam kekurangan financial keluarga.
Upaya pastilah dilakukan dalam bentuk apapun itu , yang harus dijaga adalah perolehannya ( penghasilan/pendapatan ) tersebut tidaklah melanggar kaidah hukum yang berlaku.
Namun kebanyakan diantara kita hingga saat ini masih menggunakan upaya yang mengajukan lamaran kerja , agar dengan demikian mendapatkan penghasilan kelak.
Itu tidak salah , benar.
Namun disaat menjalankan perintah pimpinan ( kita sebagai pekerja ) , akan terasa bahwa kita sebagai pegawai itu tidak punya kewenangan apapun atas pekerjaan tersebut.
Sebab semua pegawai harus tunduk kepada atasan/pimpinannya serta segala bentuk aturan yang ada disana.
Era telah berubah seiring dengan segala bentuk kebutuhan hidup semakin beragam serta diiringi harga untuk itu semuanya semakin melangit.
Persoalan yang kita hadapi adalah apakah akan tetap bertahan sebagai pegawai atau karyawan...?
Maka jika ini dipertahankan , belenggu akan kekuasaan guna menentukan sikap dalam berusaha itu tetap tidak ada.
Untuk memiliki kewenangan penuh atas pekerjaan kita , maka seharusnya kita melakukan manuver. Tidak lagi dibawah kendali bos atau pimpinan atau atasan.
Memang masalahnya tidak pula mudah.
JIka kita hendak mandiri , berusaha sendiri , tentu akan muncul kebutuhan modal kerja.
Modal kerja itu memang sangat relatip.
Tergantung kepada bentuk usaha serta apakah kita akan berbisnis jasa atau barang.
Berbisnis jasa , kita harus memiliki skill yang khusus , agar kita bisa menjualnya.
Misalnya , jika kita seorang pemilik ilmu akuntansi , atau sarjana akuntansi bisa saja membuka usaha jasa akuntan ( mandiri ) . Juga punya masalah yaitu , jika belum terkenal reputasi kita , maka akan tidak ada klien yang mampir ketempat usaha kita.
Jika kita mau berusaha barang , apapun itu diperlukan modal usaha pembeli barang , tempan penyimpanan barang , ahli pembukuan , kantor serta gudang , serta pegawai.
Belum lagi ijin-ijin yang segudang banyaknya , keamanan , iuran , PLN .
Semuanya itu berurusan dengan modal awal tadi.
Marketing sangat menentukan dalam meraih keberhasilan usaha demikian.
Jam berusaha baik jasa dan atau barang tersebut sangat terbatas.
Apakah kita memiliki bangunan / gedung sendiri atau menyewa atau berada dilokasi marker place , seperti plaza atau pertokoan lainnya, sama saja jika sudah malam akan tutup.
Besok akan dibuka kembali , dan beraktivitas bersama para pegawai tadi.
Inilahh yang kemudian dikenal dengan istilah usaha offline. ( ada jam buka dan tutup).
Saat ini kita memiliki sarana yang disebut internet , yang mampu dengan kecepatan luar biasa mengakomodir semua usaha yang kita bangun.
Baik itu jasa maupun barang.
Dengan menggunakan sarana internet , maka semua hal yang jadi beban diatas tidak dibutuhkan.
Berbisnis dilahan internet tidak perlu gedung ( berusaha dari rumah sendiri ) , tidak perlu pegawai ,tidak perlu biaya sewa gudang persediaan , tidak perlu kendaraan angkutan barang , tidak perlu membayar PLN dengan nilai besar. Tidak perlu meminta ijin usaha seperti SITU atau SIUP.
Yang paling menonjol keistimewaannya adalah jam operasionalnya tidak terbatas , sementara kita tidur ( komputer dimatikan ) ternsaksi bisa berlangsung ( online ).
Karena semuanya menggunakan internet , maka sekalipun internet itu di off ( dimatikan ), transaksi tetap akan berjalan by system. Semuanya akan berjalan dengan otomatis.
Tentu saja kita akan lebih memilih kesempatan berbisnis melalui jaringan internet ini.
Biayanya murah dan waktu tidak terbatas , serta pasar yang sangat tidak terbatas.
Pembeli bisa berdatangan dari negara lain , bukan dari kecamatan atau kota lain di dalam negeri Indonesia. Tetapi dari manca negara.
Tertarik..?
Untuk mendapatkan informasi tentang pengetahun bisnis di dunia internet yang sangat menguntungkan ini , silahkan segera peroleh informasinya melalui :
Bp.Dr.Binsar Siahaan , MBA , C.Ht.
HP.081332000478
Pin.BB.7D4F82BA
http://www.bisnismilyarder.com
